••►Seseorang yang sentiasa tersenyum riang di hadapanmu,
Ketahuilah dia sering menyapu air matanya tatkala sendirian.

••►Seseorang yang sentiasa bergurau senda di hadapanmu,
Ketahuilah dialah seorang pemurung tatkala sendirian.

••►Seseorang yang sentiasa menyuntik kata-kata semangat dan
perangsang kepadamu,
Ketahuilah tatkala itu dia sedang menyulam hatinya yang retak seribu.

••►Seseorang yang sentiasa kelihatan kuat di hadapanmu,
Ketahuilah dialah yang sentiasa mengadu lemah di hadapan Tuhannya.

••►Seseorang yang ketawanya menceriakan harimu,
Ketahuilah tatkala itu dia sedang membalut duka di dadanya.

••►Seseorang yang sering memberi hadiah kepadamu,
Ketahuilah dialah insan yang tidak pernah mendapatkannya.

••►Seseorang yang bebas mengeluarkan cetusan fikirannya,
Ketahuilah dialah seorang ‘pertapa setia’ yang tidak mampu
bersuara tatkala sendirian.
:: MAHAR MAHAL? ::

"Aku terima nikahnya si polan itu dengan mas kahwin yang tersebut itu..."

"Aku tanggung dosa-dosa si polan itu mulai saat sekarang..."


p/s : Perkahwinan PALING BERKAT adalah yang PALING MURAH MAS KAHWIN, paling MURAH BELANJA..letak mahal UNTUK APA? Sedangkan yang akan menanggung DOSA-DOSA wanita itu adalah suaminya kelak..♥♥


Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)



"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)
 


"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)



"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)